Home » » Peran Dalam Sandiwara

Peran Dalam Sandiwara

Posted by Mr. Dihya
Mr. Dihya, Updated at: Januari 12, 2017

Posted by Mr. Dihya on 12 Januari 2017

Alkisah, hiduplah seorang pelayan istana dengan tugas mengangsu air untuk Sang Raja. Tiap hari dia memikul dua bejana penuh air ke istana. Yang unik, satu dari dua bejana tersebut masih bagus sementara satunya lagi sudah usang dan bocor. Tiap kali dia mengantarkan air ke istana, Raja selalu mengambil air dari bejana yang masih bagus. Raja juga merasa terganggu dengan penampilan bejana satunya yang usang dan bocor hingga tampak basah dari luar dan tentu saja isinya tak lagi penuh.

Bejana yang usang merasa malu. Dia pun protes kepada si pelayan: “Kenapa engkau mempermalukan diriku sedemikian rupa? Tiap hari engkau membawaku menghadap ke raja, sementara dia tak pernah mengambil air dariku. Ia selalu memilih air dari bejana yang masih bagus dan pandangannya kepadaku menusuk hati! Jika saya sudah tak lagi pantas menghadap Raja tinggalkan saja diriku. Beli bejana satu lagi yang baru!”

“Sabar lah! Besok akan aku jelaskan kenapa aku masih menggunakan dirimu.”

Esoknya, seperti biasa si pelayan mengangsu air. Dia penuhi dua bejana lalu bergerak menuju istana.  “Lihat ke arah belakangmu!” katanya kepada Bejana yang usang.

Bejana itu menengok ke belakang. Ia melihat bumi yang menghijau dipenuhi tumbuhan dan bunga beraneka-ragam. Tanah yang subur karena tiap hari hari tersirami oleh air yang bocor darinya. Indah sekali. Sementara di sampingnya tampak tanah yang kering dan gersang. Bejana bagus yang melewatinya tak pernah menumpahkan air untuk menyirami.

“Itulah tugas dan peranmu,” kata si Pelayan menjelaskan.

“Jangan membandingkan tugasmu dengan tugas bejana yang masih bagus di sampingmu. Ia memang selalu memberi air kepada Raja, tapi tugasmu tak kalah penting: menebarkan senyuman kepada semua.”

Mungkin orang lain lebih kaya atau jabatannya lebih tinggi sehingga perannya tampak menonjol. Tapi sebetulnya kita semua memiliki peran yang tak kalah penting jika kita sadar dan ikhlas dalam menjalaninya. (Gus Ghofur Maimun).

Share This Post :
 
Copyright © 2015 Mr. Dihya. All Rights Reserved Blogger
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design