Home » , » Kriteria Pemimpin Di Dalam Al-Quran

Kriteria Pemimpin Di Dalam Al-Quran

Posted by Mr. Dihya
Mr. Dihya, Updated at: Oktober 16, 2016

Posted by Mr. Dihya on 16 Oktober 2016

Dijumpai beberapa ayat yang berhubungan dengan sifat-sifat pokok yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, diantaranya terdapat dalam surat As-Sajdah (32): 24 "Kami jadikan mereka pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.".

Al-Anbiya (21): 73. “Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah”, Juga surat An-Nur: 55. ”Dan Allah SWT telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”.

Sifat-sifat dimaksud adalah:
  • Kesabaran dan ketabahan. Kesabaran dan ketabahan dijadikan pertimbangan dalam mengangkat seorang pemimpin. Sifat ini merupakan syarat pokok yang harus ada dalam diri seorang pemimpin.
  • Mampu menunjukkan jalan kebahagiaan kepada umatnya sesuai dengan petunjuk Allah swt. Pemimpin dituntut tidak hanya menunjukkan tetapi mengantar rakyat ke pintu gerbang kebahagiaan. Atau dengan kata lain tidak sekedar mengucapkan dan menganjurkan, tetapi hendaknya mampu mempraktekkan pada diri pribadi kemudian mensosialisasikannya di tengah masyarakat. Pemimpin sejati harus mempunyai kepekaan yang tinggi (sense of crisis), yaitu apabila rakyat menderita dia yang pertama sekali merasakan pedihnya dan apabila rakyat sejahtera cukup dia yang terakhir sekali menikmatinya.
  • Yakin dengan ayat-ayat Allah, baik ayat-ayat qauliyyah maupun kauniyah. Ini artinya, seorang pemimpin haruslah beriman kepada Allah. Hanya menyembah kepada Allah dan selalu melakukan hal-hal yang baik, seperti menjalankan sholat dan menunaikan zakat. Hal ini dapat mengantarkan umat kepada kebahagiaan, keamanan dan menghilangkan rasa takut serta siap memfasilitasi rakyatnya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Dalam surat Shad ayat 26 juga di sebutkan, ”Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah SWT. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah SWT akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Qs Shad: 26).

Ayat ini mengisyaratkan bahwa: salah satu tugas dan kewajiban utama seorang khalifah adalah menegakkan supremasi hukum secara Haq. Seorang pemimpin tidak boleh menjalankan kepemimpinannya dengan mengikuti hawa nafsu. Karena tugas kepemimpinan adalah tugas fi sabilillah dan kedudukannyapun sangat mulia.

Share This Post :
 
Copyright © 2015 Mr. Dihya. All Rights Reserved Blogger
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design