Home » , » Meluruskan Pemahaman Salafi-Wahhabi Tentang Fatwa Al-Lakhmi.

Meluruskan Pemahaman Salafi-Wahhabi Tentang Fatwa Al-Lakhmi.

Posted by Mr. Dihya
Mr. Dihya, Updated at: Januari 12, 2017

Posted by Mr. Dihya on 12 Januari 2017

Telah tersebar cerita bahwa WAHHABIYYAH adalah aliran SESAT pengikut Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum meninggal tahun 211 H. Bukan ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi An-Najdi yang meninggal tahun 1206 H yang mengajak kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Apakah cerita ini memang benar adanya atau hanya tipuan dan pembodohan belaka?

Sebelumnya penting diketahui bahwa ada dua nama golongan dalam Islam yang hamper mirip namanya, ada AL-WAHBIYYAHالوهبية) ), ada AL-WAHHABIYYAH(الوهابية) . Oleh karena itu pembaca perlu memperhatikan dan mencermati tulisannya agar tidak salah dalam memahaminya, seperti Ustadz-Ustadz Wahhabi yang menganggap bahwa fatwa Imam Al-Lakhmi (478 H.) adalah diperuntukkan untuk golongan Wahhabiyyah. Padahal fatwa itu ditujukan kepada golongan Wahbiyyah.

1.    Golongan Wahbiyyah

Al-Wahbiyyah sebenarnya adalah sempalan dari golongan Khowarij nisbat kepada pendirinya yaitu, Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi (38 H), bukan kepada Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum yang meninggal tahun 211 H. (Lihat Al-Firaq Fii Syimal Afriqiyah- halaman 145).

Dan dalam buku seorang sejarawan asal  Prancis, Al-Firaq Fii Syimal Afriqiyah, halaman 145, yang ditulis oleh Al-Faradbil [1364 H/1945 M], juga disebutkan :

وقد سموا أيضا الوهبيين نسبة إلى عبد الله بن وهب الراسبي ، زعيم الخوارج

“Dan sungguh mereka dinamakan WAHBIYYIN karena dinisbahkan kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi, yang di tuduh sebagai Khawarij” [Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya– halaman 145].

Dalam Al-Mi’yaarul-Mu’rib wal-Jaami’ul-Mughrib ‘an Fataawaa Ifriiqiyyah wal-Andalus wal-Maghrib juz 11 halaman 168 karya Ahmad bin Yahya Al-Wansyarisi. Disebutkan,

وسئل اللخمي عن قوم من الوهبية سكنوا بين أظهر أهل السنة زمانا وأظهروا الآن مذهبهم وبنوا مسجدا ويجتمعون فيه ويظهرون مذهبهم في بلد فيه مسجد مبني لأهل السنة زمانا ، وأظهروا أنه مذهبهم وبنوا مسجدا يجتمعون فيه ويأتي الغرباء من كل جهة كالخمسين والستين ، ويقيمون عندهم ، ويعملون لهم بالضيافات ، وينفردون بالأعياد بوضع قريب من أهل السنة . فهل لمن بسط الله يده في الأرض الإنكار عليهم ، وضربهم وسجنهم حتى يتوبوا من ذلك ؟

Maksudnya, Imam Al-Lakhmi ditanyai tentang satu firqah dari Wahbiyyah bukan Wahhabiyyah, yang kemudian dia mengatakan bahwa Al-Wahbiyyah adalah salah satu dari kelompok sesat Khawarij.

Sedangkan Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum yang meninggal tahun 211 H. adalah pengikut Wahbiyyah. (lihat dalam Tarikh Ibnu Khaldun juz II halaman 98). Yang dikemudian hari kelompoknya dikenal dengan golongan Wahbiyyah Rustumiyah.

Ini artinya, bahwa, Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum adalah pengikut Wahbiyyah, bukan pendiri Wahbiyyah apalagi Wahhabiyyah seperti anggapan sebagian golongan Salafi Wahabi.

2.    Golongan Wahhabiyyah

Wahhabiyyah Adalah Nama Ajaran Muhammad Ibnu Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi yang meninggal tahun 1206 H, bukan ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum yang meninggal tahun 211 H. Berikut bukti pengakuan dari Syaikh Wahabi yakni Ibnu Baz dalam kitab Fatawa Nur ‘ala al-darb pada soal yang ke 6 sebagai berikut :

س 6 يقول السائل: فضيلة الشيخ، يسمي بعض الناس عندنا العلماء في المملكة العربية السعودية بالوهابية فهل ترضون بهذه التسمية؟ وما هو الرد على من يسميكم بهذا الاسم؟

“ Soal ke 6 – Seseorang bertanya kepada Syaikh : Sebagian manusia menamakan Ulama-Ulama di Arab Saudi dengan nama Wahabi [Wahabiyyah], adakah antum ridho dengan nama tersebut? dan apa jawaban untuk mereka yang menamakan antum dengan nama tersebut ?” Syaikh Ibnu Baz menjawab sebagai berikut :

الجواب: هذا لقب مشهور لعلماء التوحيد علماء نجد ينسبونهم إلى الشيخ الإمام محمد بن عبد الوهاب رحمة الله عليه

“ Jawab : Penamaan tersebut masyhur untuk Ulama Tauhid yakni Ulama Nejed [Najd], mereka menisbahkan para Ulama tersebut kepada Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab. dan bahkan Ibnu Baz memuji nama tersebut, ia berkata : “فهو لقب شريف عظيم” (Nama itu “Wahhabiyah” adalah panggilan yang sangat mulia dan sangat agung).

Fatwa Para Ulama Ahlus Sunnah Waljama’ah Tentang Wahhabiyyah

Al-Imam Ibn Abidin Al-Hanafi berkata : Keterangan tentang pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, kaum Khawarij pada masa kita. Sebagaimana terjadi pada masa kita, pada pengikut Ibn Abdil Wahhab yang keluar dari Najd dan berupaya keras menguasai dua tanah suci. Mereka mengikuti madzhab Hanabilah. Akan tetapi mereka meyakini bahwa mereka saja kaum Muslimin, sedangkan orang yang berbeda dengan keyakinan mereka adalah orang-orang musyrik. Dan oleh sebab itu mereka menghalalkan membunuh Ahlussunnah dan para ulamanya sampai akhirnya Allah memecah kekuatan mereka, merusak negeri mereka dan dikuasai oleh tentara kaum Muslimin pada tahun 1233 H. (Hasyiyah Raddul Muhtar ‘ala Ad-Durr al-Mukhtar-juzuk 4- halaman 262).

Al-Imam Muhammad bin Abdullah bin Humaid Al-Hanbali An-Najdi berkata : Abdul Wahhab bin Sulaiman At-Tamimi An-Najdi, adalah ayah pembawa dakwah Wahhabiyah, yang percikan apinya telah tersebar di berbagai penjuru. Akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. Padahal Muhammad (pendiri Wahhabi) tidak terang-terangan berdakwah kecuali setelah meninggalnya sang ayah. Sebagian ulama yang aku jumpai menginformasikan kepadaku, dari orang yang semasa dengan Syaikh Abdul Wahhab ini, bahwa beliau sangat murka kepada anaknya, karena ia tidak suka belajar ilmu fiqih seperti para pendahulu dan orang-orang di daerahnya. Sang ayah selalu berfirasat tidak baik tentang anaknya pada masa yang akan datang. Beliau selalu berkata kepada masyarakat, “Hati-hati, kalian akan menemukan keburukan dari Muhammad.” Sampai akhirnya takdir Allah benar-benar terjadi.

Demikian pula putra beliau, Syaikh Sulaiman (kakak Muhammad bin Abdul Wahhab), juga menentang terhadap dakwahnya dan membantahnya dengan bantahan yang baik berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Syaikh Sulaiman menamakan bantahannya dengan judul Fashl al-Khithab fi al-Radd ‘ala Muhammad bin Abdul Wahhab. Allah telah menyelamatkan Syaikh Sulaiman dari keburukan dan tipu daya adiknya meskipun ia sering melakukan serangan besar yang mengerikan terhadap orang-orang yang jauh darinya. Karena setiap ada orang yang menentangnya, dan membantahnya, lalu ia tidak mampu membunuhnya secara terang-terangan, maka ia akan mengirim orang yang akan menculik dari tempat tidurnya atau di pasar pada malam hari karena pendapatnya yang mengkafirkan dan menghalalkan membunuh orang yang menyelisihinya. (As-Suhub Al-Wabilah ‘ala Dharaih Al-Hanabilah-halaman 275).

Al-Imam Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi’I Al-Makki : Sayyid Abdurrahman al-Ahdal, mufti Zabid berkata: “Tidak perlu menulis bantahan terhadap Ibnu Abdil Wahhab. Karena sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam cukup sebagai bantahan terhadapnya, yaitu “Tanda-tanda mereka (Khawarij) adalah mencukur rambut (maksudnya orang yang masuk dalam ajaran Wahhabi, harus mencukur rambutnya)”. Karena hal itu belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan ahli bid’ah. (Fitnah Al-Wahhabiyah, halaman. 54).

Al-Imam Ahmad bin Muhammad As-Shawi Al-Maliki : Ayat ini turun mengenai orang-orang Khawarij, yaitu mereka yang mendistorsi penafsiran al-Qur’an dan Sunnah, dan oleh sebab itu mereka menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin sebagaimana yang terjadi dewasa ini pada golongan mereka, yaitu kelompok di negeri Hijaz yang disebut dengan aliran Wahhabiyah, mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat), padahal merekalah orang-orang pendusta. (Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain- juzuk 3- halaman 307).

Pandangan Ulama empat dari madzhab empat di atas sangat jelas untuk ajaran Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi yang bernama Wahhabi, bukan untuk ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum atau Firqah Wahbiyyah Rustumiyyah Ibadhiyyah.

Kesimpulan
  • Firqah yang difatwakan sesat oleh Al-Lakhmi adalah ajaran yang dinisbahkan kepada Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum yang bernama Wahbiyyah bukan Wahhabiyyah,
  • Wahbiyyah bukan nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum, tapi nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi.
  • Wahbiyyah dan Wahhabiyyah adalah dua nama untuk dua ajaran yang berbeda dan masa berbeda.
  • Wahhabi, Salafi atau Wahhabiyyah yang telah difatwakan sesat oleh Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dari semua Madzhab, sejak kemunculan nya sampai sekarang adalah ajaran Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi, dan tidak ada hubungan dengan fatwa Al-Lakhmi.
  • Fatwa Ulama Ahlus Sunnah seluruh Madzhab, ditujukan kepada ajaran Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab An-Najdi, yakni ajaran Salafi-Wahabi.
  • Wahhabi yang sesungguhnya hanya ada satu yakni ajaran Muhammad bin Abdil Wahhab At-Tamimi An-Najdi, karena ajaran Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum tidak pernah dinamakan dengan nama Wahhabi kecuali hanya karena pemahaman salah dari sebagian ustadz-ustadz Wahhabi dalam rangkah penyucian diri dari sejarah kebiadabannya.
Semoga tulisan ini menjadi ilmu bagi penulis dan pembaca semua, dan juga kepada siapa pun yang pernah termakan oleh dongeng itu, Wallahul muwaffiq ila aqwamit thoriq, amiin…Sumber: Warkopmbahlalar.com

Share This Post :
 
Copyright © 2015 Mr. Dihya. All Rights Reserved Blogger
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design